Api abadi, tentu kita semua pernah mendengar istilah tersebut, tapi pernahkah anda melihat sendiri api abadi itu ?! Tidak perlu jauh – jauh pergi keluar negeri untuk melihat api abadi itu, karna Indonesia punya satu api abadi yang tidak pernah padam selama ratusan tahun.
Kayangan Api di Desa Sedang Harjo Kecamatan Ngasem Bojonegoro Jawa Timur, dinamakan demikian karna tempat tersebut memiliki sumber api alami dari alam. Konon, api alam ini, merupakan sumber api terbesar di Asia Tenggara.
Menuju lokasi Kayangan Api, Anda akan menikmati pula hutan jati yang nampak menghiasi perjalanan menuju lokasi.
Begitu memasuki gapura, tampak pilar - pilar yang berdiri berjajar mengelilingi Kayangan Api. Di tengahnya terdapat pagar yang mengelilingi sebuah lingkaran batu yang mengeluarkan gelombang panas. Inilah yang disebut Kayangan Api. Konon, nyala api ini digunakan oleh Empu Kriya Kusuma nama samaran dari Empu Supagati, dalam pembuatan keris pusaka guna mengembalikan kerajaan Majapahit dari tangan pemberontak. Sayangnya, cahaya api ini tidak terlalu terlihat di siang hari, sehingga akan lebih baik jika datang ke tempat ini pada saat matahari sudah terbenam.
Sebenarnya begitu banyak cerita menarik dari obyek wisata yang satu ini. Tim geologi dari Inggris misalnya, menyebutkan, Kayangan api ini merupakan sumber api yang terbesar di asia tenggara. Selain itu, Kayangan api juga dipercaya masyarakat sekitar mempunyai nilai magis.
Sekitar 80 meter dari Kayangan api, terdapat sebuah kolam belerang yang nampak seperti air yang mendidih sangat panas, aroma belerangnya juga sangat menyengat disekitar tempat itu, namun saat air itu di pegang, air belerang itu sangat dingin, dan sama sekali tidak ada aroma belerang di air itu saat air itu dicium. Masyarakat sekitar menamainya, sumber air blekuthuk.
Menurut juru kunci Kayangan api, dahulu tempat ini merupakan tempat Empu Kriya Kusuma mencelupkan kerisnya yang telah selesai dipanaskan. Di samping itu, ada yang percaya bahwa air blekuthuk ini mempunyai khasiat menyembuhkan berbagai penyakit.
Tak jauh dari Kayangan api terdapat sbuah pohon beringin tua yang di pagari kayu, konon pohon ini usianya sudah ratusan tahun.Tepat di bawah pohon ini tersusun gundukan batu bata berukuran 20 kali 30 centimeter. Ada yang percaya, di bawah pohon itulah tempat tirakat atau meditasi Empu Kriya Kusuma sambil membuat keris. Salah satu kerisnya yang terkenal adalah Dapur Jangkung Luk Telu Blong Pok Gonjo yang kini menjadi pusaka kabupaten Bojonegoro.
Batu bata ini, ada kemiripan dengan batu sejenis peninggalan Kerajaan Majapahit yang banyak tersebar di situs trowulan mojokerto. Di samping itu, tak jauh dari lokasi, terdapat sumber mata air ngunut, yang airnya tampak jernih.
